Deklarasi Pendidikan Alternatif – Press Release 3


 

PRESS RELEASE

DEKLARASI JARINGAN PENDIDIKAN ALTERNATIF

Deklarasi dihadiri Ir. Harris Iskandar Phd., Dirjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

 

poster-pendidikan-alternatif-300pxKetersediaan pendidikan yang berkualitas merupakan amanat konstitusi bagi pemerintah sebagai penyelenggara negara. Pemerintah bukan hanya memiliki tantangan untuk menyelenggarakan pendidikan bagi warga negara, tetapi juga memfasilitasi keterlibatan warga negara dalam dunia pendidikan secara luas. Kebutuhan akan pendidikan yang berkualitas merupakan hak warga negara.

Sebagian hak tersebut telah dipenuhi oleh negara dengan terbukanya akses bagi semua warga untuk memperoleh pendidikan dasar. Walaupun begitu, ternyata negara tetap belum mampu menjangkau seluruh warga negara yang memiliki keragaman karakteristik dan kebutuhan masyarakat akan pendidikan.

Selain itu, kebutuhan anak akan pendidikan tidak bisa dilepaskan dari keunikan karakteristik anak yang seringkali dibatasi dalam ruang formal dan kaku sehingga anak kesulitan mendapatkan kebutuhan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik dan keunikannya.

Kebutuhan ini melahirkan pendidikan alternatif yang muncul di sejumlah wilayah, baik yang memiliki basis perkotaan, desa, maupun komunitas adat. Kebutuhan akan pendidikan alternatif juga muncul karena ketidakpuasan terhadap kualitas pendidikan, khususnya terhadap pendidikan yang memberikan ruang yang luas pada kemerdekaan dan kebutuhan individu anak. Aneka model pendidikan yang berbeda dari sekolah konvensional bermunculan untuk menjadi solusi atas problem-problem pendidikan yang ada di masyarakat

Ada Sekolah Otonom Sanggar Anak Akar yang menyelenggarakan model pendidikan alternatif untuk untuk anak-anak keluarga urban miskin di Jakarta. Ada Komunitas Belajar Qaryah Thayibah di Salatiga – Jawa Tengah, ada Sanggar Anak Alam (Salam) di Yogyakarta, ada SMK berbasis seni ESOA (Erudio School of Art) di Jakarta, dan sebagainya. Di tataran individual, bermunculan keluarga-keluarga yang menyelenggarakan pendidikan mandiri yang secara populer biasa disebut sekolah rumah (home education atau homeschooling).

Kita ini punya aneka model pendidikan yang tumbuh dari akar rumput di masyarakat yang perlu diangkat agar bisa memberikan kontribusi yang lebih maksimal bagi masyarakat dan negara,” kata Susilo Adinegoro, ketua Steering Committee Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif yang juga founder Sekolah Otonom Sanggar Anak Akar.

Kemunculan aneka macam pendidikan alternatif menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat untuk mencari solusi atas tantangan di lapangan yang berkaitan dengan pendidikan. Pada sisi lain, kehadiran pendidikan alternatif ini belum mendapatkan tempat yang semestinya dalam kerangka strategis pendidikan nasional.

Dunia pendidikan alternatif juga masih menghadapi banyak tantangan internal seperti ketersediaan dan kualitas sumber daya (misalnya guru & fasilitas belajar). Masalah yang tak kalah peliknya adalah minimnya keterlibatan negara dalam fungsinya sebagai katalisator yang memfasilitasi inisiatif-inisiatif dari masyarakat ini.

Untuk membangun jejaring penyelenggara pendidikan alternatif, pada 17 Mei 2017 telah diselenggarakan Dialog Nasional Pendidikan Alternatif bertema “Merayakan Kemerdekaan Anak” di Graha Utama Kemendikbud.

Dari pertemuan tersebut, lahirlah inisiatif untuk membangun Jaringan Pendidikan Alternatif yang dideklarasikan pada 31 Juli 2016. Jaringan Pendidikan Alternatif adalah kumpulan lembaga penyelenggara pendidikan alternatif, individu dan komunitas yang memiliki concern untuk menghadirkan model pendidikan yang beragam dan berkualitas sebagai pilihan yang sah bagi masyarakat.

Jaringan Pendidikan Alternatif akan mengadakan rangkaian diskusi publik tentang pendidikan alternatif. Diskusi pubik akan diselenggarakan di berbagai kota, antara lain: Surabaya, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Bandung dan kota-kota lain.

Pada 21-23 Oktober 2016, Jaringan Pendidikan Alternatif akan menyelenggarakan Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif di Sanggar Anak Alam (SALAM), Yogyakarta, pada 21-23 Oktober 2016.

Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif akan melibatkan penyelenggara pendidikan alternatif, anak-anak yang menjalani pendidikan alternatif, serta para akademisi dan pemerintah. Pertemuan itu tidak hanya menjadi kesempatan tatap muka atau sekadar berbagi, tetapi utamanya menyelenggarakan kongres pendidikan alternatif yang dapat memberikan peta pendidikan alternatif serta rekomendasi kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan alternatif.

Dalam Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif akan diselenggarakan 3 kegiatan utama, yaitu:

  • Kongres Pendidikan Alternatif: diskusi dan sharing para penyelenggara pendidikan alternatif membahaskan tentang best practice, tantangan dan rekomendasi untuk pengembangan pendidikan alternatif.
  • Kongres Anak Merdeka: diskusi anak-anak peserta pendidikan alternatif mengenai pengalaman belajar yang mereka jalani dan harapan untuk pendidikan yang lebih baik.
  • Konferensi Pendidikan Kritis: paparan dan diskusi antara para akademisi bersama pelaku pendidikan alternatif mengenai aspek filosofis, konseptual, dan kerangka legal pendidikan alternatif.

 

Jakarta, 31 Juli 2016

Jaringan Pendidikan Alternatif

Deklarasi-600px

Penyematan Pin Jaringan Pendidikan Alternatif

Penyematan Pin Jaringan Pendidikan Alternatif

***

DEKLARATOR JARINGAN PENDIDIKAN ALTERNATIF 

  1. Monika Irayati – Erudio School of Art
  2. Imron Zuhri
  3. Ibe Karyanto – Sanggar Anak Akar
  4. Qory Dellasera – Hand on Poor And Education
  5. Juria Ambar Haruni – Sanggar Anak Akar
  6. Susilo Adinegoro
  7. Aar Sumardiono – Rumah Inspirasi
  8. Lala Mira Julia – Klub Oase
  9. Bagus Yaugo Wicaksono – Yayasan Sekretariat Anak Merdeka Indonesia
  10. Odi Shalahuddin – Yayasan Sekretariat Anak Merdeka Indonesia
  11. Karina Adistiana – Peduli Musik Anak
  12. Bukik Setiawan – Suara Anak
  13. Tomy W. Taslim -Yayasan FFPJ
  14. Magdalena Sri Wahyaningsih – Sanggar Anak Alam (SALAM)
  15. Christina Eva Nuryani – Sanggar Anak Alam (SALAM)
  16. Heru Yuli Pambudi – Ikatan Alumni Sanggar Anak Akar
  17. Setiowati
  18. Dian Agustina – Cugenang Gifted School
  19. Bambang Wisudo – Sekolah Tanpa Batas
  20. Jimmy Ph. Paat

 


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 thoughts on “Deklarasi Pendidikan Alternatif – Press Release