Diskusi Publik tentang Pendidikan Alternatif di Semarang


Pada tanggal 18 September 2016 pukul 16.00 telah berlangsung Diskusi Pendidikan Alternatif bertema “Peran Pendidikaan Alternatif dalam mewujudkan Pendidikan Yang Memerdekakakan Anak” bertempat di Gedung KPID Kota Semarang. Acara ini merupakan rangkaian Pra Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif yang akan berlangsung pada tanggal 21-23 Oktober 2016 di Jogjakarta.

pra-pernas-semarang600px

Diskusi ini menghadirkan narasumber Bukik Setiawan (Jaringan Pendidikan Alternatif), Novi Dibyantari (Komunitas Sahabat Difabel) dan Sujono Samba (guru dari Qaryah Thayyibah) serta Susilo Adinegoro(Sanggar Anak Akar). Sementara itu, diskusi dipandu budayawan Gunawan Putu Budisusanto yang populer dengan sebutan Kang Putu.

“Dalam Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif nanti, kita akan bersama-sama mencari akar masalah,musuh bersama dan jalan keluar bagi pendidikan kita. kata Susilo Adinegoro dalam kata sambutannya, yang akrab dipanggil Pakdhe Sus.

Sementara itu, Bukik Setiawan dari Jaringan Pendidikan Alternatif memaparkan bahwa di sistem pendidikan kita,anak diibaratkan sebagai kertas kosong, oleh karena itu kurikulum yang dibuat seragam. Padahal setiap anak itu unik, artinya kebutuhan anak akan model pendidikan berbeda. Disamping itu anak adalah pembelajar aktif. Menjawab semua itu maka hadirlah pendidikan alternatif dengan beragam model pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak. Dan tidak boelh ada kekerasan dalam bentuk apapun didalam dunia pendidikan.

pra-pernas-semarang01a

Dalam pemaparan selanjutnya, Sujono Samba juga turut memaparkan pengalaman-pengalaman proses belajar mengajar di Qoriyah Toyibah. Beliau mengatakan bahwa guru seharusnya menjadi teman bagi anak untuk memperoleh pengetahuan. Anak harus semerdeka mungkin mendapatkan pengetahuan dan kita sebagai penyelenggara harus memerdekakan anak dalam proses pembelajaran

Bu Novi Dibyantara juga menuturkan bahwa keluarga adalah pokok bagi masa depan anak.dan rumah adalah tempat terbaik bagi pendidikan anak. Ada empat kunci kehidupan yang saya ajarkan ke anak-anak: maaf, terima kasih, permisi dan tolong.

pra-pernas-semarang02a

Pendidikan alternatif adalah pendidikan yang menyesuaikan kebutuhan anak dengan beragam model pendidikannya. Di beberapa daerah, model- model pendidikan alternatif mulai tumbuh dan berkembang . Beberapa lembaga atau komunitas yang menuelenggarakan pendidikan alternatif berinisiasi untuk mempertemukan penyelenggara, akademisi dan anak dalam sebuah pertemuan nasional bernama Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif. Sebagai langkah awal, telah terlaksana Dialog Nasional Pendidikan Alternatif di Jakarta bulan Mei lalu.

pra-pernas-semarang03a

Diskusi Pendidikan Alternatif terselenggara atas kerjasama Yayasan Setara dengan Jaringan Pendidikan Alternatif.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *