Jaringan Pendidikan Alternatif


Sesuai dengan amanat konstitusi, pendidikan merupakan hak setiap warga negara yang wajib dipenuhi oleh pemerintah. Sebagian hak tersebut telah dipenuhi oleh negara dengan terbukanya akses bagi semua warga untuk memperoleh pendidikan dasar.

Walaupun begitu, ternyata negara tetap belum mampu menjangkau seluruh warga negara karena begitu beragamnya karakteristik dan kebutuhan masyarakat akan pendidikan.

Kebutuhan ini melahirkan pendidikan alternatif yang muncul di sejumlah wilayah, baik yang memiliki basis perkotaan, desa, maupun komunitas adat. Kebutuhan akan pendidikan alternatif juga muncul karena ketidakpuasan terhadap kualitas pendidikan, khususnya terhadap pendidikan yang memberikan ruang yang luas pada kemerdekaan dan kebutuhan individu anak.

Seiring perjalanan waktu, penyelenggara pendidikan alternatif berinisiatif untuk menyelenggarakan sebuah pertemuan nasional. Gagasan ini sudah dimulai dengan penyelenggaraan Dialog Nasional Pendidikan Alternatif: Merayakan Kemerdekaan Anak pada 17 Mei 2016.

Dengan spirit untuk membangun sinergi, dilakukan upaya pembentukan Jaringan Pendidikan Alternatif yang berisi lembaga-lembaga penyelenggara pendidikan alternatif serta individu dan komunitas yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan alternatif.

Selain itu, upaya ini akan dilanjutkan dengan Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif yang akan diselenggarakan di Yogyakarta, pada 21-23 Oktober 2016.

 

Tujuan Umum 

  • Menguatkan jaringan pendidikan alternatif sebagai bagian dari gerakan budaya untuk mencerdaskan bangsa melalui pilihan keberagaman model pendidikan yang menghormati kemerdekaan anak sesuai dengan kodratnya sebagai manusia muda yang sedang tumbuh dan dan berkembang.
  • Menyamakan persepsi di antara para pelaku pendidikan alternatif dengan pemangku kebijakan, khususnya pemerintah Pusat, untuk menghapuskan kebijakan-kebijakan yang diskriminatif terhadap sekolah alternatif dan anak-anak yang belajar di sekolah alternatif

Tujuan Khusus

  • Merumuskan prinsip-prinsip dasar penyelenggaraan pendidikan alternatif sebagai bagian dari penguatan prinsip gerakan menyerdaskan bangsa.
  • Menyusun rekomendasi untuk Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan terkait dengan kebijakan, perhatian serta pengakuan atas keberadaan pendidikan alternatif.
  • Menyusun langkah strategis dan sinergis untuk meningkatkan kualitas dan memperbesar peran pendidikan alternatif dalam mewujudkan pendidikan bermutu dan berkeadilan bagi semua.

Kegiatan

Diskusi Publik Pendidikan Alternatif

Dalam proses edukasi publik, Jaringan Pendidikan Alternatif akan melakukan serangkaian kegiatan berupa diskusi publik pengayaan model pendidikan alternatif. Diskusi pubik dilakukan di berbagai kota, antara lain: Surabaya, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Bandung dan kota-kota lain.

Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif

Jaringan Pendidikan Alternatif  merencanakan kegiatan Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif di Yogyakarta pada 21-23 Oktober 2016 dengan agenda kegiatan:

  • Kongres Pendidikan Alternatif
  • Kongres Anak Merdeka
  • Konferensi Pendidikan Kritis

Kongres Pendidikan Alternatif adalah diskusi dan sharing para penyelenggara pendidikan alternatif membahaskan tentang best practice, tantangan dan rekomendasi untuk pengembangan pendidikan alternatif.

Kongres Anak Merdeka diskusi anak-anak peserta pendidikan alternatif mengenai pengalaman belajar yang mereka jalani dan harapan untuk pendidikan yang lebih baik.

Konferensi Pendidikan Kritis adalah paparan dan diskusi antara para akademisi bersama pelaku pendidikan alternatif mengenai aspek filosofis, konseptual, dan kerangka legal pendidikan alternatif.

Organisasi Pendukung

Jaringan Pendidikan Alternatif dan kegiatan Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif diinisasi dan digerakkan oleh inidvidu-individu lembaga yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan alternatif, antara lain:

Sekretariat

Sekretariat Jaringan Pendidikan Alternatif & Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif:

d/a Studio Kopi Sang Akar

Jl. Tebet Dalam I/22

Jakarta Selatan