Latar Belakang Pertemuan Pendidikan Alternatif 2016


Sesuai dengan amanat konstitusi, pendidikan merupakan hak setiap warga negara yang wajib dipenuhi oleh pemerintah. Sebagian hak tersebut telah dipenuhi oleh negara dengan terbukanya akses bagi semua warga untuk memperoleh pendidikan dasar.

anak-anak

Namun sebagian besar di antaranya, negara tetap belum mampu menjangkau setiap anak di Indonesia. Mungkin di antara penyebabnya adalah keberagaman karakteristik geografi dan kebutuhan masyarakat akan pendidikan ala mereka.

Situasi ini melahirkan pendidikan alternatif yang muncul di sejumlah wilayah, baik yang memiliki basis perkotaan, desa, maupun komunitas adat. Kebutuhan akan pendidikan alternatif juga muncul karena keinginan masyarakat berkontribusi meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya terhadap pendidikan yang memberikan ruang yang luas pada kemerdekaan dan kebutuhan individu anak.

Seiring perjalanan waktu, penyelenggara pendidikan alternatif berinisiatif untuk menyelenggarakan sebuah pertemuan nasional. Gagasan ini sudah dimulai dengan penyelenggaraan Dialog Nasional Pendidikan Alternatif: Merayakan Kemerdekaan Anak pada 17 Mei 2016.

Dengan spirit untuk membangun sinergi pendidikan alternatif, kami menginisiasi upaya pembentukan Jaringan Pendidikan Alternatif yang berisi lembaga-lembaga penyelenggara pendidikan alternatif serta individu dan komunitas yang memiliki
kepedulian terhadap pendidikan alternatif.

Selain itu, upaya ini akan dilanjutkan dengan Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif yang akan diselenggarakan di Yogyakarta, pada 21-23 Oktober 2016.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *