Makalah Filsafat Pendidikan Jacques Rancière – Romo A. Setyo Wibowo


DOWNLOAD MAKALAH

Pembukaan

Tanpa banyak cakap, anak-anak nelayan penangkap ikan Paus naik perahu, untuk melihat dan merasakan apa yang dilakukan orang tua mereka. Para Lamafa (juru tangkap ikan Paus di Lamalera, Lembata, Flores) dan pendayungnya mendidik anak-anak menjadi pemburu di masa depan tanpa banyak memberi penjelasan karena tatakrama di atas perahu melarang orang terlalu banyak bicara. Lihat, perhatikan, tirukan apa yang dilakukan sesepuh-sesepuh buta huruf itu di atas perahu kecil mereka, dan seyakin matahari esok terbit, anak-anak tumbuh berkembang menjadi Lamafa baru. Bukan hanya pandai menangkap ikan Paus, mereka juga menjaga dan meneruskan kebudayaan Lamalera. Inilah pengajaran universal dan alamiah yang kita lupakan.

romo-setyo

Problem Pendidikan Kita

Orang berpendidikan modern ketakutan dan tidak akan mau dengan cara alamiah seperti itu. Bukankah harus belajar dulu tentang sifat ikan Paus, tentang arus samudera dan rasi bintang, supaya anak-anak memiliki bekal minimal sebelum menceburkan diri dalam bahaya ? Bukankah sebaiknya belajar menangkap ikan kecil-kecil dulu, sebelum masuk ke tahap lain dimana anak-anak ikut bertarung bersama Lamafa dan para pendayungnya yang mungkin diseret Paus masuk dalam samudera ? Ketakutan-ketakutan itu yang mau dijinakkan dengan pendapat bahwa seturut metode yang benar kita butuh tahap demi tahap sebelum bisa teremansipasi dan menjadi seorang Lamafa.

(*Makalah ini disampaikan dalam Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif, 21-23 Oktober 2016, di Yogyakarta*)

DOWNLOAD MAKALAH

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *